Membaca Kepribadian Menggunakan Tes MBTI (Myer Briggs Type Indicator)

Membaca Kepribadian Menggunakan Tes MBTI

(Myer Briggs Type Indicator)

 

Membaca kepribadian adalah ilmu yang sangat menarik. Sebab kita secara alami tertarik pada diri sendiri. Selain itu, kita juga tertarik dengan hubungan sosial dengan orang lain, minimal dengan pasangan kita. Mungkin kita pernah mendengar tipe-tipe kepribadian seperti kholeris, sanguinis, melankolis & phlegmatis. Tipologi kepribadian tersebut dikembangkan oleh filsuf Yunani kuno bernama Hipokrates yang kemudian dilanjutkan oleh Claudius Galen. Ilmu membaca kepribadian seseorang memang bukan hal baru dan sudah dikembangkan beratus-ratus tahun
lamanya. Namun, sampai hari ini belum ada teori maupun alat (tes) yang bisa menjelaskan 100% akurat mengenai kepribadian dan perilaku seseorang. Sebab manusia itu unik. Hampir tidak ada manusia yang sama satu sama lain, walaupun mereka kembar identik.

Baca lebih lanjut

Iklan

PROFESI GURU DAN GURU PROFESSIONAL

PROFESI GURU DAN GURU PROFESSIONAL

1.  PROFESI

Profesi atau pekerjaan, ada empat hak yang harus dipenuhi, yaitu: Pertama, hak yang terkait dengan pekerjaan secara langsung,oleh karena itu harus bebas dari perbudakan, bebas dari kerja paksa, bebas bekerja, serta mendapatkan layanan yang memadai; Kedua, hak yang diturunkan dari pekerjaan, seperti upah, perhatian terhadap kesehatan, juga mendapatkan pelatihan; Ketiga, hak memperoleh perlakuan yang tidak diskriminatif; dan Keempat, hak instrumental, seperti kebebasan berkumpul, berpendapat dan berorganisasi. Hal inilah yang perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah baik pemerintah kabupaten, propinsi maupun pusat kepada para guru. Baca lebih lanjut

PP No.53 Th. 2010 Tentang DISIPLIN PNS

PP No.53 Th. 2010 Tentang DISIPLIN PNS

“Sebelumnya Selamat hari raya Idul Fitri 1431 H. Saya haturkan kepada segenap kaum muslimin dan muslimat yang telah merayakannya. Mohon Maaf atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Mudah-mudahan Alloh SWT mengampuni dosa-dosa kita semua”.

Setelah libur panjang Idul Fitri, dan hiruk pikuknya mudik dan balik lebaran, sebagai abdi negara (PNS), dituntut untuk mengabdi (bekerja) secara normal kembali di institusinya masing masing.

Bagi sebagian PNS, kembali bekerja ini ada yang menyambutnya dengan sikap optimis, dan penuh semangat pagi, tetapi ada juga yang merasa hari ini tak ada ubahnya dengan hari kemarin. Seolah-olah aktifitas hidup ini datar tiada makna. Dan sebagian lagi             – mungkin-  ada yang ogah-ogahan bahkan bolos kerja dengan alasan mudik atau jalanan masih macet.

Kabarnya, tingkat produktifitas PNS di negara berkembang termasuk Indonesia rata-rata dianggap masih rendah. Tentunya anggapan ini tidak boleh digeneralisasikan untuk semua instansi ataupun semua individu. Tetapi tidak ada salahnya kita instropeksi diri (termasuk penulis) apakah gaji yang kita terima saat ini sudah impas dengan pekerjaan (pengabdian) yang selama ini kita lakukan.

Bagi para PNS, setidaknya mulai hari ini kita harus mulai membaca dan  mencermati PP No. 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). PP53 Tahun 2010 ini Baca lebih lanjut

PEDOMAN PENELITIAN KUALITATIF STUDI KASUS

PEDOMAN PENELITIAN KUALITATIF

STUDI KASUS

I. PENDAHULUAN

Hakikat kehadiran setiap individu dalam proses hidup ini, diantaranya adalah mengemban status dan peran sebagai ‘terdidik dan mendidik’. Asumsi itulah yang menyebabkan kita semua apabila memahami dan mengkaji tentang ‘peran atau fungsi guru’ dalam proses mendidik diri sendiri dan peserta didik di sekolah tidak akan habis untuk diperbincangkan, baik pada level masyarakat awan maupun level masyarakat ilmuwan.

Dari beberapa kajian ilmiah berkaitan dengan fungsi dan peran guru dalam proses pembelajaran tentang ilmu pengetahuan atau pola budaya pada peserta didik, menyimpulkan bahwa kedudukan guru memegang peran sentral sebagai: (1) Salah satu media pentransfer ilmu pengetahuan pada anak; (2) Pembimbing proses perubahan pola perilaku kehidupan anak didik kearah lebih baik; dan (3) Fasilitator/ pengarah dalam proses pemecahan beragam problem peserta didik yang berkaitan dengan proses pembelajaran dan persoalan pribadi sebagai warga masyarakat. Agar setiap guru BP/BK mampu menjalankan ketiga peran sentral tersebut, maka setiap guru BP/BK disepanjang waktu harus terus berjuang untuk meningkatkan kualitas profesinya, khususnya berkaitan dengan kualitas pelayanan  ketiga peran tersebut. Kualitas kompetensi profesional guru BP/BK adalah menyangkut: Kompetensi kepribadian; kompetensi sosial; kompetensi paedagogik; dan kompetensi profesi.

Baca lebih lanjut

Urgensi Pendidikan Karakter

Urgensi Pendidikan Karakter

Prof . Suyanto Ph.D

Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.

Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.

Baca lebih lanjut

Pengaruh Gaya Pengasuhan Orangtua Terhadap Kemandirian Remaja

Pengaruh Gaya Pengasuhan Orangtua Terhadap Kemandirian Remaja

Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama dalam membentuk kepribadian seorang anak. Seorang anak akan tumbuh menjadi seorang remaja yang mandiri baik dalam hal emosi, berbuat, maupun berprinsip yang hal tersebut sangat dipengaruhi oleh gaya pengasuhan orangtua dalam lingkungan keluarganya. Sehubungan dengan gaya pengasuhan orangtua dan hubungannya dengan kemandirian para remaja, hal yang terpenting diketahui oleh para orangtua bahwa seorang remaja juga sangat membutuhkan dukungan daripada sekedar pengasuhan, seorang remaja juga membutuhkan bimbingan daripada sekedar perlindungan, seorang remaja juga membutuhkan pengarahan daripada sekedar sosialisasi, dan seorang remaja dalam kehidupannya sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang (kebutuhan psikis) daripada sekedar pemenuhan kebutuhan fisik/materi semata. Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut sangat terkait pula dengan gaya pengasuhan yang diperankan oleh para orangtuanya, yang pada akhirnya juga sangat berpengaruh pada tumbuhnya kemandirian pada diri seorang anak ketika ia tumbuh menjadi seorang yang dewasa kelak.

A.    Pendahuluan

Semua orangtua tentu saja mengharapkan anaknya dapat tumbuh menjadi manusia yang cerdas, bahagia, dan memiliki kepribadian yang baik. Namun harapan tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dituntut kesabaran, keuletan dan Baca lebih lanjut

[download] Konseling Trauma Pasca Ujian Nasional

KONSELING TRAUMA PASCA UJIAN NASIONAL

Oleh    : Team Konseling Trauma Pasca Ujian Nasional

Abstrak

Konseling merupakan bantuan yg bersifat terapeutis yg diarahkan untuk mengubah sikap dan perilaku konseli, dilaksanakan face to face antara konseli dan konselor, melalui teknik wawancara dengan konseli sehingga dapat terentaskan permasalahan yang dialaminya.

Konseling pasca trauma yaitu konseling yang diselenggarakan dalam rangka membantu konseli yang  mengalami peristiwa traumatik,agar konseli dapat keluar dari peristiwa traumatik yang pernah dialaminya dan dapat mengambil hikmah dari peristiwa trauma tersebut.

Baca lebih lanjut