[materi konvensi ABKIN] PENYIAPAN SISWA MENGIKUTI UJIAN SECARA MANDIRI


PENYIAPAN SISWA MENGIKUTI UJIAN

SECARA MANDIRI

oleh : tim Universitas Negeri Padang

A. LATAR BELAKANG

Keberhasilan siswa mengikuti ujian pada umumnya dan Ujian Nasional (UN) khususnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kemampuan mengerjakan soal-soal ujian secara tepat dan benar. Untuk mewujudkan harapan dimaksud, siswa perlu memiliki kesiapan yang memadai sehingga benar-benar merasa mampu secara mandiri mengikuti ujian.

Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan beberapa tahun terakhir mengundang pro dan kontra baik bagi peserta ujian sendiri maupun pengelola dan pengambil kebijakan pendidikan pendidikan serta orang tua/wali murid. Isu yang berkembang atas pelaksanaan UN adalah bagaimana siswa sukses dan lulus dengan baik. Pada umumnya pihak satuan pendidikan sekolah/madrasah menginginkan siswa lulus 100%. Untuk mencapai tujuan tersebut berbagai cara dilakukan, termasuk di dalamnya membentuk “tim sukses” agar sebagian besar siswa lulus dengan nilai yang tinggi. Dalam pada itu diperoleh informasi dari berbagai pihak bahwa peserta UN ada yang sebelum dan/atau ketika ujian berlangsung menerima kunci jawaban dari sumber yang tidak bertanggung jawab. Ironisnya, kunci jawaban itu ada yang benar ada pula yang salah mengacu kepada soal-soal ujian yang ada.

Kenyataan seperti digambarkan di atas perlu ditanggapi secara tepat dan segera dicarikan jalan keluarnya. Semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan UN, seperti Dinas Pendidikan Nasional Propinsi/Kab/Kota, Pengawas, Kepala Sekolah, Guru, Guru Pembimbing/Konselor, dan juga orang tua,  perlu melaksanakan peran masing-masing secara tepat dan terarah sehingga di satu sisi siswa dapat mempersiapkan diri dan menjalani ujian dalam kondisi benar-benar “siap tempur” dan di sisi lain misi pendidikan yang paling esensial yaitu mencerdaskan para siswa dalam arti yang sebenar-benarnya, tidak dicederai. Untuk itu siswa perlu didorong, dibimbing, diarahkan dan diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian dengan bekal yang penuh, bergairah dan bersemangat. Kepada siswa perlu diperkenalkan dan diajak menempuh langkah-langkah kongkrit untuk menghadapi ujian dengan persiapan yang penuh dan matang.

Mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas Workshop yang bertemakan ”PENYIAPAN SISWA MENGIKUTI UJIAN SECARA MANDIRI” tepat kiranya diselenggarakan dalam pertemuan dengan Guru Pembimbing/Konselor pada Konvensi  Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) ini.

B. TUJUAN

  • Tujuan Umum

Workshop ini bertujuan melatihkan langkah-langkah untuk mempersiapkan siswa sukses menghadapi ujian pada umumnya, dan Ujian Nasional pada khususnya secara mandiri.

  • Tujuan Khusus;

Agar peserta workshop dapat:

  1. Melakukan langkah-langkah untuk menyiapkan siswa mengenal dan menguasai materi soal-soal ujian pada umumnya dan Ujian Nasional pada khususnya yang pernah diujikan.
  2. Melakukan diagnosis kesulitan belajar siswa dan melakukan langkah-langkah penanganannya yang relevan dengan masalah yang ditemukan.
  3. Mendorong pengembangan dan peningkatan kegiatan belajar siswa secara komprehensif, lugas dan tangguh sehingga siswa mampu mengatakan “No” terhadap kunci jawaban ujian yang sifatnya illegal atau perbuatan menyontek.

C. MATERI POKOK

Materi workshop adalah sebagai berikut:

1. Kompilasi dan akses terhadap materi soal-soal ujian (minimal Ujian Nasional 5 tahun terakhir)

Dalam kegiatan ini langkah yang perlu dilakukan adalah:

  1. Mengumpulkan soal-soal Ujian Nasional selengkapnya, dan ujian lainnya sedapat-dapatnya sampai 5 tahun terakhir.
  2. Memperbanyak soal-soal tersebut secukupnya sebanyak siswa yang memerlukan.
  3. Memungkinkan siswa mengakses dan mempelajari soal-soal ujian tersebut secara penuh dan mendalam, baik secara perorangan maupun kelompok.

Untuk terlaksananya kegiatan tersebut perlu dipersiapkan dan direalisasikan:

  1. Pembentukan taskforce (panitia), yang didukung sepenuhnya oleh pimpinan sekolah/madrasah, terdiri dari wakil-wakil guru, dan konselor sekolah/madrasah, untuk melaksanakan kegiatan sehingga hal-hal tersebut dapat terwujud. Dalam hal ini tugas-tugas dan tanggung jawab masing-masing personil diidentifikasi dan ditetapkan secara kongkrit.
  2. Mendokumentasikan soal-soal yang terkumpul sehingga seluruh materi mudah ditemukan dan diakses oleh guru dan siswa yang memerlukannya.
  3. Mendata jumlah siswa yang memerlukan soal. Pembagian soal ini dapat direncanakan menurut keperluan individual ataupun kelompok.

2. Pengisian format KPMPU (Kesulitan Penguasaan Materi Pelajaran dan Ujian), khususnya mengacu pada materi soal UN

Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan penguasaan siswa atas materi pelajaran pada umumnya, khususnya materi yang menjadi soal-soal ujian, lebih khusus lagi materi soal-soal UN. Untuk ini perlu dipersiapkan:

  1. Rancangan format KPMPU-1 (Lampiran I) dan perbanyakannya untuk semua siswa.
  2. Cara pengisian format KPMPU-1, sehingga siswa dapat mengisinya dengan jelas dan lengkap.
  3. Pengolahan hasil isian format KPMPU-2 (Lampiran II) sehingga diperoleh rekapitulasi segenap materi yang sulit dikuasai siswa secara sistematis, lengkap dan jelas.

Pengisian format KPMPU dan pengolahan hasilnya dikelola oleh Panitia yang telah dibentuk dengan dukungan pimpinan sekolah/madrasah.

3. Penyelenggaraan pengajaran perbaikan

Kegiatan ini bertujuan untuk menindaklanjuti isian format KPMPU berkenaan dengan materi pelajaran yang dirasakan sulit oleh siswa, khususnya materi soal-soal UN yang belum dikuasai siswa. Hal-hal yang perlu disiapkan/dilaksanakan adalah:

  1. Rancangan pelaksanaan pengajaran perbaikan untuk semua materi yang terungkap melalui format KPMPU-2), yang sebelumnya telah direkapitulasi (lihat hasil langkah 2 c).
  2. Pelaksanaan proses pengajaran perbaikan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
  3. Evaluasi dan tindak lanjut.

Kegiatan pengajaran perbaikan untuk semua mata pelajaran, baik mata pelajaran yang menjadi mata ujian ataupun tidak, dilaksanakan oleh guru pengampu mata pelajaran bersangkutan, dengan partisipasi konselor sekolah/madrasah, dengan dukungan penuh panitia dan pimpinan sekolah/madrasah.

4. Instrumentasi dan analisis kegiatan belajar siswa berorientasi PTSDL

Kegiatan ini bertujuan untuk mengungkapkan kondisi kegiatan belajar siswa dengan orintasi PTSDL, yang materinya meliputi :

Prasyarat untuk menguasai meteri pelajaran baru.

  1. Keterampilan belajar, dalam berbagai jenis dan variasi penampilan tingkah laku belajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas (termasuk di rumah), belajar sendiri maupun dengan teman atau kelompok, baik untuk materi yang diwajibkan ataupun materi bebas atau pilihan sendiri.
  2. Sarana belajar , meliputi sumber dan peralatan belajar yang dimiliki sendiri, yang ada di perpustakaan, dan atau dapat dipinjam dari teman, dan atau dapat dimanfaatkan bersama teman.
  3. Diri sendiri, yaitu kondisi kesehatan, dorongan dan minat serta kondisi pribadi lainnya untuk belajar yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar.
  4. Lingkungan fisik dan social-emosional meliputi kondisi prasarana/ sarana dan suasana hubungan social, baik di rumah, di sekolah maupun diluar keduanya yang dapat mempengaruhi kehiatan belajar.

Kegiatan instrumentasi tersebut di atas diselenggarakan dengan menggunakan AUM (Alat Ungkap Masalah) PTSDL format SD/SLTP/SLTA sesuai dengan jenjang pendidikan siswa. Pelaksanaan instrumentasi dan pengolahan hasil-hasilnya menjadi tanggung jawab konselor sekolah/madrasah dengan dukungan panitia dan pimpinan sekolah/madrasah.

5. Aplikasi layanan bimbingan kelompok berorientasi pengembangan PTSDL

Kegiatan ini bertujuan untuk membahas berbagai permasalahan kegiatan belajar pada diri para siswa sebagaimana terungkap melalui hasil intrumen AUM PTSDL, sehingga siswa-siswa mampu berpikir dan marasa, serta bersikap dan bertindak dalam tingkah laku nyata mereka berkenaan dengan kegiatan yang terarah, penuh makna, aplikatif dan produktif dalam mengikuti/ manjalankan proses pembelajaran. Langkah-langkah yang perlu diambil.

  1. Membentuk kelompok belajar
  2. Merencanakan kegiatan layanan bimbingan kelompok
  3. Malaksanakan kegiatan layanan bimbingan kelompok, sesuai SPO (Standar Prosedur Operasiaonal) nya
  4. Evaluasi dan tindak lanjut hasil kegiatan layanan, dengan focus AKUR yaitu : dipakainya (1) acuan yang perlu digunakan atau dipedomani ; (2) dikuasainya kompetensi yang perlukan ; (3) direncanakan dan dilaksanakannya usaha yang tepat sasaran, efektif dan efisien; serta (4) bagaiman unsur rasa yang berkembang pada diri para peserta layanan sewaktu dan pasca layanan itu digelar.

Kegiatan di atas dilaksanakan oleh konselor sekolah/madrasah dengan dukungan panitia dan para guru serta pimpinan sekolah/ madrasah.

6. Pemantapan dan pembulatan tekad untuk “say to no illegal answer’s key”

Tujuan kegiatan ini adalah untuk membentuk, memantapkan dan meneguhkan konsep, sikap dan komitmen siswa dalam menghadapi ujian dengan menjunjung tinggi prinsip kejujuran yang didukung oleh tekad yang kuat untuk berbuat yang terbaik. Materi yang diangkat adalah:

  1. Konsep kejujuran, disiplin dan kerja keras untuk hidup dengan perjuangan yang berhasil.
  2. Dampak kejujuran, disiplin dan kerja keras dalam persiapan diri dan pelaksanaan ujian.
  3. Motivasi diri dan keteguhan hasrat untuk berbuat yang terbaik dan berhasil dalam belajar dan ujian.

Kegiatan di atas diselenggarakan oleh konselor sekolah/madrasah melalui layanan bimbingan kelompok dan renungan-renungan pemantapan tertentu, dengan dukungan panitia dan para guru serta pimpinan sekolah/madrasah.

D. KEGIATAN DAN METODE

Bentuk kegiatan dan metode pelatihan yang dimaksudkan dalam workshop ini dapat berupa:

  1. Pertemuan pleno yang mengangkat pengajian dan diskusi/tanya jawab umum tentang permasalahan sekitar ujian/UN serta kesiapan dan keseriusan siswa serta pihak-pihak terkait.
  2. Kegiatan workshop dalam bentuk pertemuan atau kegiatan yang lebih khusus, berupa (a) kegiatan klasikal, (b) kegiatan kelompok, (c) kegiatan individual (jika dimungkinkan) yang masing-masing kegiatan itu langsung membahas, mendalami dan melatihkan secara nyata untuk diterapkannya langkah-langkah konkrit yang menjadi materi pelatihan yang dimaksudkan.

E. MATERI PENDUKUNG

Untuk mendukung terlaksananya kegiatan workshop pelatihan, agar seluruh materi pelatihan dapat diikuti dan dijalani secara intensif dan efektif, materi pendukung yang perlu disiapkan adalah ;

  1. Contoh kumpulan soal-soal yang pernah digunakan (soal-soal UN dan lainnya)
  2. Contoh format KPMPU yang telah diisi oleh siswa .
  3. Contoh hasil rekapitulasi pengolahan format KPMPU yang telah diisi oleh sejumlah siswa (misalnya siswa satu kelas)
  4. Rencana pengajaran perbaikan yang telah dibuat guru dalam bentuk RPP dan/atau satuan pelajaran.
  5. Laporan evaluasi dan tindak lanjut pengajaran perbaikan yang pernah dilaksanakan.
    1. Contoh intrumen AUM PTSDL (SD/SLTP/SLTA) dan hasil pengolahannya.

Materi tersebut disajikan dan dilatihkan mengiringi sajian dan diskusi yang telah digelar terlebih dahulu. Dalam penyajian dan pelatihan semua materi di atas , tanya jawab dan panmpilan nyata para peserta diutamakan.

F. PENYELENGGARAAN

1. Peserta

Workshop ini dapat diikuti (sebagai peserta) oleh para pendidik (seperti guru, dosen, konselor, widyaiswara, pamong belajar), tenaga kependidikan (kapala sekolah, pajabat dinas pendidikan dan pemerintah daerah yang relevan), serta orng tua siswa yang semuanya berkepentingan dengan kesuksesan siswa mengikuti ujian.

2. Waktu

Workshop ini memerlukan waktu minimal satu hari untuk mendalami meteri dan menjalani pelatihan yang lebih terarah bagi penerapannya diperlukan waktu yang lebih terarah bagi penerapannya dilapangan diperlukan waktu yang lebih banyak, bisa dua sampai tiga hari.

3. Penyelenggaraan

Pelatihan ini dapat diselenggarakan oleh lembaga dan/atau organisasi resmi dalam bidang pendidikan seperti satuan-satuan pendidikan formal tertentu, lembaga diklat pendidikan, MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran ), MGP (Musyawarah Guru Pembimbing), atau organisasi profesi seperti PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia), IKI (Ikatan Konselor Indonesia ), Yayasan Pendidikan, atau lembaga lain yang peduli akan tingginya mutu pendidikan di tanah air.

[untuk materi konvensi ABKIN lainnya silakan unduh di halaman download

Satu Tanggapan

  1. materi ya bagus…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: