PERMAINAN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING


Permainan dalam BK

Permainan dalam BK

PERMAINAN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

Oleh :

EVA IMANIA ELIASA, S.Pd DKK

A. PENTINGNYA PERMAINAN

Permainan (play) adalah suatu kegiatan yang menyenangkan yang dilaksanakan untuk kepentingan kegiatan itu sendiri ( Santrock, 2002). Erikson dan Freud : Permainan adalah suatu bentuk penyesuaian diri manusia yang sangat berguna menolong anak menguasai kecemasan dan konflik. Piaget melihat permainan sebagai suatu metode yang meningkatkan perkembangan kognitif anak-anak

B. JENIS-JENIS PERMAINAN

  1. Permainan Sensorimotor ( Praktis )

Menggunakan semua indera dengan menyentuh, mengeksplorasi benda, berlari, melompat, meluncur, berputar,melempar bola

  1. Permainan Sombolis ( Pura-pura )

Terjadi ketika anak mentransformasikan lingkungan fisik ke suatu simbol, sehingga bersifat dramatis dan sosiodramatis

Dalam permainan pretend, ada 3 hal yang biasa terjadi : alat-alat, alur cerita dan peran.

3. Permainan Sosial

Adalah permainan yang melibatkan interaksi sosial dengan teman sebaya

4. Permainan Konstruktif

Mengombinasikan kegiatan sensorimotor yang berulang dengan representasi gagasan simbolis. Permainan Konstrukstif terjadi ketika anak-anak melibatkan diri dalam suatu kreasi atau konstruksi suatu produk atau suatu pemecahan masalah ciptaan sendiri.

5. Games

Adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh kenikmatan dan menyenangkan yang melibatkan aturan dan seringkali kompetisi dengan satu anak atau lebih.

C. FUNGSI BERMAIN

1.  BERMAIN DAN KEMAMPUAN INTELEKTUAL

a.    Merangsang perkembangan kognitif

Dengan permainan sensorimotor, anak akan mengenal permukaan lembut, halus, kasar atau kaku, sehingga meningkatkan kemampuan abstraksi (imajinasi, fantasi)dan mengenal konstruksi, besar-kecil, atas-bawah, penuh-kosong. Melalui permainan dapat menghargai aturan, keteraturan dan logika.

b.   Membangun struktur kognitif

Melalui permainan, anak akan memperoleh informasi lebih banyak sehingga pengetahuan dan pemahamannya lebih kaya dan lebih mendalam. Bila informasi baru ini ternyata beda dengan yang selama ini diketahuinya, anak mendapat pengetahuan yang baru. Dengan permainan struktur kognitif anak lebih dalam, lebih kaya dan lebih sempurna

c. Membangun kemampuan kognitif

Kemampuan kognitif mencakup kemampuan mengidentifikasi, mengelompokan, mengurutkan, mengamati, meramal, menentukan hubungan sebab-akibat, menarik kesimpulan. Permainan akan mengasah kepekaan anak akan keteraturan, urutan dan waktu juga meningkatkan kemampuan logika.

d. Belajar Memecahkan Masalah

Permainan memungkinkan anak bertahan lama menghadapi kesulitan sebelum persoalan yang ia hadapi dipecahkan. Proses pemecahan masalah ini mencakup imajinasi aktif anak-anak yang akan mencegah kebosanan ( merupakan pencetus kerewelan ada anak )

e. Mengembangkan rentang konsentrasi

Apabila tidak ada konsentrasi atau rentang perhatian yang lama, seorang anak tidak mungkin dapat bertahan lama bermain (pura-pura menjadi dokter,ayah-ibu,guru). Ada yang dekat antara imajinasi dan kemampuan konsentrasi. Imajinasi membantu meningkatkan kemampuan konsentrasi. Anak tidak imajinatif memiliki rentang perhatian (konsentrasinya) pendek dan memiliki kemungkinan besar untuk berperilaku lain dan mengacau.

2. BERMAIN DAN PERKEMBANGAN BAHASA

Bermain merupakan “laboratorium bahasa” buat anak-anak. Di dalam bermain, anak-anak bercakap-cakap dengan teman yang lain, berargumentasi, menjelaskan dan meyakinkan kosakata yang dikuasai anak-anak dapat meningkat karena mereka menemukan kata-kata baru

3. BERMAIN DAN PERKEMBANGAN SOSIAL

  1. Meningkatkan sikap sosial

Ketika bermain, anak-anak harus memperhatikan cara pandang lawan bermainnya, dengan demikian akan mengurangi egosentrisnya. Dalam permainan itu pula anak-anak dapat mengetahui bagaimana bersaing dengan jujur, sportif, tahu akan hak dan peduli akan hak orang lain. Anak juga dapat belajar bagaimana sebuah tim dan semangat tim

b. Belajar berkomunikasi

Agar dapat melakukan permainan, seorang anak harus mengerti dan dimengerti oleh teman-temannya, karena permainan, anak-anak dapat belajar bagaimana mengungkapkan pendapatnya, juga mendengarkan pendapat orang lain

c. Belajar Berorganisasi

Permainan seringkali menghendaki adanya peran yang berbeda, olah karena itu dalam permainan, anak-anak dapat belajar berorganisasi sehubungan dengan penentuan ‘siapa’ yang akan menjadi ‘apa’. Dengan permainan, anak-anak dapat belajar bagaimana membuat peran yang harmonis dan  melakukan kompromi

4. BERMAIN DAN PERKEMBANGAN EMOSI

Bermain merupakan pelampiasan emosi dan juga relaksasi. Fungsi bermain untuk perkembangan emosi :

  1. Kestabilan emosi

Ada tawa, senyum dan ekspresi kegembiraan lain dalam bermain.

Kegembiraan yang dirasakan bersama mengarah pada kestabilan emosi anak

b. Rasa kompetensi dan percaya diri

Bermain menyediakan kesempatan pada anak-anak mengatasi situasi.Kemampuan ini akan membentuk rasa kompeten dan berhasil. Perasaan mampu ini pula dapat mengembangkan percaya diri anak-anak. Selain itu, anak-anak dapat membandingkan kemampuan pribadinya dengan temannya sehingga dia dapat memandang dirinya lebih wajar (mengembangkan konsep diri yang realistis)

c. Menyalurkan keinginan

Didalam bermain, anak-anak dapat menentukan pilihan, ingin menjadi apa dia. Bisa saja ia ingin menjadi ‘ikan’, bisa juga menjadi ‘komandan’ atau menjadi ‘pasukan perang’nya atau menjadi seorang putri.

d. Menetralisir emosi negatif

Bermain menjadi “katup” pelepasan emosi negatif, misalnya rasa takut, marah, cemas dan memberi kesempatan untuk menguasai pengalaman traumatik.

e. Mengatasi konflik

Di dalam bermain, sangat mungkin akan timbul konflik antar anak dengan lainnya, karena itu anak-anak bisa belajar alternatif untuk menyikapi atau menangani konflik yang ada.

f. Menyalurkan agresivitas secara aman

Bermain memberikan kesemapatan bagi anak-anak untuk menyalurkan agresivitasnya secara aman. Dengan menjadi ‘raja’ misalnya, anak dapat merasa ‘mempunyai kekuasaan’ dengan demikian anak-anak dapat mengekspresikan emosinya secara intens yang mungkin ada tanpa merugikan siapapun

5. BERMAIN DAN PERKEMBANGAN FISIK

a.   Mengembangkan kepekaan penginderaan

Dengan bermain, anak-anak dapat mengenal berbagai tekstur : halus, kasar, lembut; mengenal bau; mengenal rasa; mengenal warna

b. Mengembangkan ketrampilan motorik

Dengan bermain seorang anak dapat mengembangkan kemampuan motorik, seperti berjalan, berlari, melompat, bergoyang mengangkat, menjinjing, melempar, menangkap, memanjat, berayun dan menyeimbangkan diri. Selain itu, anak dapat belajar merangkai, menyusun, menumpuk, mewarnai dan menggambar

c. Menyalurkan energi fisik yang terpendam

Bermain dapat menyalurkan energi berlebih yang ada diantara anak-anak, mis : kejar-kejaran. Energi berlebih yang tidak disalurkan dapat membuat anak-anak tegang, gelisah dan mudah tersinggung.

6. BERMAIN DAN KREATIVITAS

Dalam bermain, anak-anak dapat berimajinasi sehingga dapat meningkatkan daya kreativitas anak-anak. Adanya kesempatan untuk berfikir antara batas-batas dunia nyata menjadikan anak – anak dapat mengenal proses berfikir yang lebih kreatisif yang akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari

D. ROLE PLAYING – BERMAIN PERAN

Adalah permainan yang biasa dilakukan anak-anak dimana dalam permainan tersebut meniru kegiatan atau pekerjaan orang dewasa. Dr. Kresno Mulyadi,SpKJ menyebut 8 manfaat bermain peran :

  1. Menggali imajinasi
  2. Menambah kemampuan bahasa
  3. Membangun sosialisasi
  4. Menyelesaikan masalah
  5. Mengembangkan kepemimpinan
  6. Menggali rasa percaya diri
  7. Berpikir abstrak
  8. Mengekplorasi dunia dengan kaca mata anak-anak

Contoh Bermain Peran :

  1. Permainan miniatur : alat berat, binatang, boneka
  2. Alat rumah tangga mainan
  3. Mainan berkarakter tokoh kartu
  4. Kostum peran tertentu

Keuntungan Bermain :

  1. Membuang ekstra energi
  2. Mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh
  3. Aktivitas yang dilakukan dapat meningkatkan nafsu makan
  4. Anak belajar mengontrol diri
  5. Berkembangnya berbagai ketrampilan yang akan berguna bagi hidupnya
  6. Meningkatkan daya kreatifitas
  7. Mendapatkan kesempatan menemukan arti dari benda-benda disekitarnya
  8. Cara mengatasi kemarahan, kekuatiran, iri hati dan kedukaan
  9. Kesempatan untuk bergaul dengan anak lainnya
  10. Kesempatan mengikuti aturan
  11. Kesemoatan mengelola emosi, saat pihaknya menang atau kalah
  12. Sarana mengembangkan kemampuan intelektualnya

Permainan merupakan salah satu media bimbingan dan konseling dalam menghadapi konseli, khususnya terhadap anak karena terkadang anak tidak mampu mengatakan tetapi dapat menunjukkan dalam perilakunya

( with play provides one of the best ways to communicate with children and “see their world” or “a window into the child`s world”)

Play therapy , suatu teknik terapi yang dilakukan untuk menghadapi konseli, utamanya  yang mengalami gangguan mental seperti phobia, anxiety, trauma, underconvidence, child abuse, alcoholics & addicts, child victims of incest, allergies,stutering

Dengan teknik tertentu dan tujuan tertentu membantu konseli menuju ke arah kebahagiaan

Permainan dalam bimbingan dan konseling sangat dipakai dalam :

  1. situasi krisis ( korban gempa    bumi, tsunami, angin )
  2. panti sosial
  3. Rehabilitasi

Dengan bermain, anak belajar bermakna

(Iirdekamp & Rosegrant,1992) bahwa belajar secara bermakna, bila :

  1. Merasa permainan secara psikologis  serta kebutuhan fisik terpenuhi
  2. Dapat mengkonstruksi pengetahuan
  3. Belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa serta anak lain
  4. Belajar melalui bermain
  5. Minat serta kebutuhan anak untuk mengetahui terpenuhi
  6. Unsur variasi individual anak diperhatikan

REFERENSI :

  • Kevin J.O`Connor.1994.Hand Book of Play Therapy.Canada:A.Wiley Interscience Publication
  • John Santrock.2006.Life Span Development.Jakarta:Penerbit Erlangga
  • Yusi Riksa.2008.Konsep dan Aplikasi BK : Aktivitas Bermain Sebagai Strategi Pengembangan Belajar Bermakna.PPB UPI
  • Pamela O.Parsley.What A School Administrasion Need To Know: About Expressive Art And Play Media In School Counseling
  • Journal Proquest
  • Dokumentasi Kelompok

DISAMPAIKAN DALAM  SEMINAR INTERNASIONAL BIMBINGAN DAN KONSELING, BANDUNG 15&16 FEBRUARI 2009

About these ads

13 Tanggapan

  1. Terima kasih maz, artikelnya membantu saya dalam proses skripsi saya tentang permainan…….
    Sayang kemaren saya gak ikut seminarnya…tp alhmdlillah ktm materi seminarnya disini…..hehe

  2. sama2 mas, moga skripsinya cepat kelar

  3. ass.wrwb.
    aku ucapkan selamat atas bergabungnya dalam dunia bloggers..
    sebagai guru yang baik, tentunya hal utama adalah menulis dan mengajar.. namun disamping itu guru dituntut untuk lebih meningkatkan pola pikir yang kreatif, cerdas dan Rahmatan Lil Alamin. comment saya di blog ini..hanya satu setelah saya amati dri isi dan design sudah cukup baik, mungkin hanya perlu iklan agar menarik devisa yang membuat bloogger.. dan one more dont forget take your information up to date trusss..
    pokoe…succsesslah.. udah bagus gitu lhoo..bang…

  4. Makasih atas nasehatnya pak Fiptar, ntar klo S3-nya kelar kabari ya…

  5. makasih banyak…ilmu saya bertambah lagi !!!!

  6. makasih buat pandangannya,,,pada kenyataanya seorang yang katakanlah sebagai guru pembimbing langsung bertatap muka dengan anak-anak yang memiliki karakteristik macam-macam dan pada kondisi yang sewaktu waktu dapat berubah…dan riilnya (prakteknya) masih jarang contoh-contoh artikel yang secara langsung tepat sasaran…

    • catatan anda menginspirasi saya untuk mengadakan PTK BK tentang efektifitas ataupun manfaat permainan ini pada proses pembimbingan siswa disekolah, juga berharap diperolehnya strategi dan macam-macam jenis permainan yang paling relevan untuk kita sampaikan kepada siswa/anak, terimakasih.

  7. mohon ditingkatkan lg penulisan, software ttg adnistrasi BK

  8. mohon kirim contoh contoh permainan dalam kelas

  9. mohon dikirim contoh permaianan pada saat kegiatan Peer konseling

  10. mohon segera donk dikirim jenis permainan yg bisa kita berikan selaku guru BK untuk meningkatkan minat belajar siswa.

  11. saya tertarik ingin membuat media permainan dalam pembuatan tesis saya,tetapi saya masih bingung jenis permainan apa yang harus saya buat.mohon bantuannya pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 923 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: